Panduan Iman
Memberitakan Injil dalam Perbuatan
Pemuridan

Memberitakan Injil dalam Perbuatan

5 Sep 2026 5 menit baca
Memberitakan Injil tidak cukup hanya melalui perkataan — perbuatan turut menjadi bagian penting dari pemberitaan Injil karena meneguhkan kebenaran yang disampaikan. Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya, Ia memperlengkapi mereka bukan hanya untuk mengabarkan Kerajaan Allah, tetapi juga untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan (Lukas 10:9; Markus 16:17), dan perbuatan baik yang tulus dapat membuat orang lain memuliakan Bapa di surga (Matius 5:16).

Poin-Poin Utama

  • Tuhan Yesus memperlengkapi murid-murid-Nya dengan kuasa untuk menyatakan Injil bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga perbuatan (Lukas 10:9; Markus 16:17).
  • Perbuatan meneguhkan firman yang diberitakan dan sering kali berbicara lebih kuat daripada perkataan; orang bisa memuliakan Allah karena melihat perbuatan baik kita (Matius 5:16).
  • Perbuatan baik orang percaya lahir dari hati yang sudah diubahkan oleh anugerah Tuhan, bukan sekadar meniru kebaikan dunia.
  • Ciri khas perbuatan baik orang percaya adalah ketulusan — dilakukan tanpa memandang atau membeda-bedakan orang, dan tanpa mengharapkan balasan (Matius 5:45-47).
  • Perbuatan baik saja tidak cukup menggantikan pemberitaan lisan; hidup kita adalah berita, tetapi pesan Injil tetap perlu diucapkan.

Mengapa Penginjilan Harus Disertai Perbuatan, Bukan Hanya Perkataan?

Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil, Ia memperlengkapi mereka dengan kuasa, agar mereka tidak hanya punya berita yang berisi kata-kata kebenaran yang dapat memerdekakan manusia, tetapi juga dapat menyatakan kabar baik itu dalam berbagai perbuatan atau tindakan yang meneguhkan pemberitaan mereka. Itu sebabnya selain diminta memberitakan Injil tentang kerajaan Allah, mereka juga dipanggil untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan (Lukas 10:9; Markus 16:17). Karena itu tugas memberitakan Injil tidak boleh hanya dibatasi pada tindakan memberitakan kabar baik dalam perkataan, tetapi juga dalam perbuatan.

Bagaimana Perbuatan Meneguhkan Pemberitaan Injil?

Perbuatan menjadi salah satu unsur penting dalam pemberitaan yang dilakukan gereja, karena perbuatan dapat meneguhkan firman yang diberitakan, bahkan perbuatan menjadi berita yang penting karena perbuatan berbicara lebih banyak daripada perkataan. Orang tidak hanya akan mendengarkan apa yang kita katakan dalam pemberitaan kita, mereka perlu dan bahkan lebih dapat diyakinkan ketika mereka melihat bagaimana perbuatan yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian kita. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa orang bisa memuliakan Allah bukan hanya karena mendengar kabar baik yang kita sampaikan, tetapi juga dengan melihat perbuatan yang baik yang kita lakukan dalam hidup kita (Matius 5:16).

Perbuatan Baik Seperti Apa yang Memuliakan Tuhan?

Perbuatan baik seperti apa yang dapat membuat orang-orang yang melihatnya memuliakan Bapa kita yang di Sorga? Apa bedanya perbuatan baik yang kita, orang Kristen lakukan, dengan perbuatan baik yang orang-orang dunia lakukan? Perbuatan baik kita lakukan karena kita menyadari bahwa itulah yang sesungguhnya harus kita lakukan. Perbuatan baik ini keluar dari hati kita yang sudah diubahkan oleh anugerah Tuhan, buah dari pertobatan dan pembaruan dalam hidup kita. Perbuatan-perbuatan baik itu keluar dari dalam diri kita karena hati kita sudah diubah oleh Tuhan. Kita melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup kita karena kita sudah menerima kebaikan Tuhan. Sama seperti sebuah pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, demikian jugalah hidup kita yang sudah dibarui oleh Tuhan menghasilkan berbagai kebaikan.

Apa Perbedaan Perbuatan Baik Orang Percaya dengan Perbuatan Baik Dunia?

Perbuatan-perbuatan baik ini dilakukan dalam ketulusan, tanpa melihat atau membedakan orang dan tanpa mengharapkan upah atau balasan. Di sinilah letak perbedaan yang paling mendasar. Ada banyak orang bisa melakukan perbuatan baik di dunia, tetapi umumnya mereka hanya melakukan apa yang baik pada orang-orang yang baik kepada mereka. Banyak orang bisa mengasihi, tetapi mereka hanya bisa mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka (Matius 5:46-47), tidak demikian dengan kita. Kita menyatakan kebaikan dalam hidup kita karena kita anak-anak dari Bapa yang Mahabaik (Matius 5:45). Perbuatan baik seperti inilah yang dapat meneguhkan pemberitaan kita dan menjadi kabar baik bagi dunia, yang bukan hanya akan berbicara banyak kepada orang-orang yang mendengar berita Injil yang kita sampaikan dengan perkataan kita, tetapi juga berkenan di hati Tuhan.

Mengapa Perbuatan Saja Tidak Cukup — Perkataan Injil Tetap Perlu?

Begitu kuatnya perbuatan baik berbicara, sehingga kadang membuat sebagian dari kita merasa tidak perlu lagi berusaha menyampaikan perkataan Injil, dan hanya melakukan serta menyatakan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup. Tidak ada yang salah dengan menyatakan atau melakukan perbuatan baik itu sendiri, tetapi kita harus menyadari bahwa hidup kita adalah sebuah berita — ada pesan yang Tuhan mau kita sampaikan melalui hidup kita. Kita bukan hanya baik karena kita baik, kita bisa baik karena Injil Kristus. Oleh karena itu, di samping hidup dalam perbuatan-perbuatan baik, penting juga bagi kita untuk menceritakan apa yang Kristus lakukan dalam hidup kita. Tuhan menolong kita.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Mengapa penginjilan harus disertai perbuatan, tidak cukup hanya dengan perkataan?

Karena perbuatan meneguhkan kebenaran yang diberitakan dan sering kali lebih meyakinkan daripada perkataan saja. Tuhan Yesus sendiri mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil sekaligus menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan (Lukas 10:9; Markus 16:17), menunjukkan bahwa Injil dinyatakan lewat kata dan tindakan.

Apa dasar Alkitab bahwa murid-murid Yesus diutus juga untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan?

Dasarnya terdapat dalam Lukas 10:9 dan Markus 16:17, di mana Tuhan Yesus memperlengkapi murid-murid-Nya dengan kuasa untuk melakukan hal itu sebagai bagian dari tugas pemberitaan Injil.

Bagaimana perbuatan baik bisa membuat orang lain memuliakan Tuhan?

Menurut Matius 5:16, ketika orang melihat perbuatan baik yang tulus dari hidup orang percaya, mereka dapat terdorong untuk memuliakan Bapa di surga, karena perbuatan baik menjadi kesaksian nyata dari Injil yang diberitakan.

Apa yang membedakan perbuatan baik orang percaya dengan perbuatan baik orang dunia?

Perbedaannya terletak pada ketulusan — perbuatan baik orang percaya dilakukan tanpa membeda-bedakan orang dan tanpa mengharapkan balasan, sebagaimana Bapa yang mengasihi semua orang (Matius 5:45-47), berbeda dengan kebaikan dunia yang umumnya bersyarat.

Apakah perbuatan baik saja cukup tanpa memberitakan Injil secara lisan?

Tidak. Perbuatan baik penting untuk meneguhkan pemberitaan, tetapi hidup yang baik saja tidak menggantikan kebutuhan untuk menceritakan secara lisan apa yang telah Kristus lakukan, karena orang percaya baik bukan karena kebaikannya sendiri, melainkan karena Injil Kristus.


Sumber & Referensi:
Artikel ini diadaptasi dari renungan “Memberitakan Injil dalam Perbuatan” oleh Pdt. Lie Nah, dipublikasikan oleh GKI Perniagaan: gkiperniagaan.org/renungan/memberitakan-injil-dalam-perbuatan.html

Ayat Alkitab yang dirujuk: Lukas 10:9; Markus 16:17; Matius 5:16; Matius 5:45-47 (Alkitab Terjemahan Baru — LAI).

LN
Pdt. Lie Nah
Pendeta Jemaat GKI Perniagaan (Pendeta ke-13)

Pendeta Jemaat GKI Perniagaan, ditahbiskan 1 Desember 2008.

Lihat semua tulisannya

Lanjut membaca

Berurutan di rubrik Pemuridan

Tulisan baru, langsung ke Email Anda

Untuk terus memandu iman Anda. Tanpa iklan, tanpa jualan.